Biaya Tambahan KPR yang Sering Terabaikan

By admin|27/10/2018|Uncategorized|0 comments

Terdapat beberapa biaya tambahan yang perlu dikeluarkan untuk Anda yang ingin membeli rumah dengan kpr, yaitu:


1. Biaya Notaris

Baik developer atau pengembang perumahan dan bank memiliki notaris masing-masing yang melakukan kepengurusan berbagai dokumen seperti akte jual beli (AJB), akte perjanjian KPR, pembuatan sertifikat, bea balik nama dan lain-lain. Biaya notaris ini cukup tinggi dan yang harus membayar jasa mereka biasanya adalah calon pemohon KPR.

2. Pajak Penjualan dan Pembelian

Selain biaya notaris, Anda juga harus merogoh kocek untuk biaya pajak penjualan dan pembelian. Besarnya pajak penjualan adalan 5 persen dari total transaksi. Sementara pajak pembelian lazimnya disebut bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang besarnya 5 persen dari (harga transaksi dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak atau NJOPTKP).

3. Biaya Provisi

Biaya Provisi ini besarnya 1 persen dari total pinjaman KPR yang Anda ajukan dan harus dilunasi sebelum akad kredit KPR dilakukan. Misalnya Anda memohon plafon KPR sebesar Rp 500 juta, maka biaya provisinya adalah Rp 5 juta. Pemungutan biaya tersebut untuk administrasi kepengurusan KPR. Biaya provinsi tersebut dilakukan hanya sekali hingga tenor cicilan KPR anda habis.

4. Biaya Asuransi Jiwa

Jangan salah, pihak bank tetap khawatir kalau Anda tidak mampu membayar cicilan KPR karena tiba-tiba meninggal dunia. Hal itulah yang menyebabkan bank merasa penting mengasuransikan Anda. Yang jadi masalah, Anda harus membayar asuransi jiwa itu sendiri.

Jika Anda meninggal dunia, perusahaan asuransi akan membayar semua hutang cicilan KPR Anda kepada bank. Ahli waris Anda tidak perlu lagi membayar, dan bank juga tidak mengalami kerugian gagal bayar.

5. Biaya Asuransi Kebakaran

Jumlah asuransi kebakaran juga bermacam-macam. Tergantung perusahaan asuransi dimana bank pemberi KPR itu bekerja sama.

Share this Post: